Minggu, 22 November 2009

ada kalanya kita perlu diam dan mendengar, barulah berbicara


seseorang yang SUPEL dan BAWEL ada kalanya sangat disukai oleh orang karena mampu memberikan warna pada suasana yang biasanya sangat monoton. namun, coba kita bayangkan bila seseorang sudah sangat BAWEL... rasanya juga akan sangat menyebalkan. karena di saat tertentu dalam hidup, kita sendiri perlu sebuah suasana yang tenang dan menyejukkan hati bukan??


oleh karena itu, kita harus mampu melihat situasi untuk berubah menjadi SUPEL dan BAWEL atau ada kalanya kita butuh KALEM. hal ini memungkinkan suasana yang terjamin nyaman dan asyik...

apalagi saat kita harus berada pada posisi yang mengharuskan kita untuk mendengarkan, saat itulah menjadikan DIAM itu EMAS, setelah mendengarkan itulah maka kita dapat berpikir dan memberikan sesuatu yang lebih berbobot dan berharga untuk dikatakan serta bukan "asal bunyi".

seorang yang bijaksana baik pada posisinya sebagai pimpinan maupun bawahan dalam kehidupannya, ia akan menjadi orang yang DIAM dan MENDENGAR setelah itu barulah BERBICARA. karena orang seperti inilah yang pada akhirnya memiliki bobot ucapan yang dapat dihormati, dihargai, dan disegani oleh sapapun yang mendengarkannya.

menjadi SUPEL dan BAWEL sangat disukai saat suasana friendly, kekeluargaan, dan nyantai. namun di saat yang resmi, formal, diskusi, dsbg kita harus menempatkan diri sebagai orang yang bijaksana.

orang bijaksana bukan dilihat dari sikap KALEM saja, tapi dimana ia dapat menempatkan posisi dan sikap sesuai dengan keadaan dan situasi yang sedang terjadi.

mari direnungkan.


~Lily Zhang~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar