Jumat, 30 September 2011

BeCeKS CR1 : My First Sight's Love

"Temui aku di Cafe Rusuh yang terdapat di kota tua jam 5 sore ini, ingat jangan telat barang sedetikpun. Jangan juga datang sebelum jam 5 sore. Harus tepat jam 5 sore.

Jangan bawa teman atau siapapun, bila tidak. Aku tidak akan menanggung akibatnya nanti.

Satu lagi, kau tidak boleh membocorkan pada satu orangpun tentang pertemuan kita.

Segalanya bergantung pada putusan akhir darimu. Baik buruknya, kau yang tentukan."

Aku melihat isi ВВМ yang baru kuterima lima menit yang lalu dengan bingung.  Apa yang terjadi? Brengsek! Di mana letaknya Cafe Rusuh itu?

===

KUTU (Kupas Tulisan) Challenge GAGAS : Episode 01

"Tak ada yang lebih menyakitkan dari menatap dalam-dalam mata orang yang kau cinta dan menemukan bayangan orang lain di sana."

idul fitri

genderang ditabuh
tangan bertaut
damba hati tiba
pada labuh bahagia


dalam duka terhapus
mendawai indahnya suka
saat raga mendosa
mengalun hati yang pemaaf

-Lily Zhang-

Lebih Dari Pertalian Darah


Kita telah lama bersama
Kita telah jauh memahami
Bukan hanya sekedar sahabat
Namun melebihi sebuah pertalian darah

BOOK YOUR BLOG







aku terpana dan kegirangan saat melihat ada pengumuman kompetisi. lomba yang diadakan oleh Leutika Prio "Book Your Blog".


aku harus ikut. kusadari bahwa aku bukan orang yang terlalu berbakat dalam menulis, tapi tekadku melebihi orang-orang yang menyia-nyiakan bakatnya.belahan hidupku, itulah menulis!

Kamis, 15 September 2011

Pulang


"Bunda jahat" protesku kasar, membanting pintu dan beranjak pergi.
“Monic...” Panggil Bunda pelan.
Kejadian pagi ini membawaku pada sisi jalan yang terasa menyindir langkahku. Tidak terasa langkah ini membawaku tiba di daerah kumuh di pinggiran kota. Jalanan yang tidak diaspal, penuh sampah yang berserakan menghias jalanan yang terhimpit gubuk yang hampir ambruk. Banyak suara keras terdengar, samar-samar kuketahui banyak pertengkaran kerasnya kehidupan yang mewarnai, sedangkan aku tidak bersyukur. Menuntut bundaku untuk melanjutkan kuliah S2. Sedangkan banyak yang jauh tidak beruntung, kulangkahkan kaki di jalan beraspal, menuju rumahku.
“Maafin Monic Bunda...” Ucapku menyesal, senyum lembut Bunda menyadarkanku betapa aku sangat beruntung.
15 Mei 2011
challenge 100 kata (www.caferusuh.blogspot.com)
~Lily Zhang~

Selasa, 13 September 2011

Akar Kehidupan

“puaskan diri berdedikasi maka tiada penyesalan”
-Lily Zhang


Tiap delik mata merah, menawarkan gundah akan kasih
Tiap kali waktu berkurang, memuaskan dahaga cinta

akar kehidupan
melahirkan buah kehidupan
mematangkan ranting jiwa
menegarkan batang hati

kadang ia terinjak dan;
tiada pernah memperlihatkan diri
bahkan tidak jarang dilupakan

namun tetap saja akar
cinta dan kasihnya
tiada berkesudahan