“puaskan diri berdedikasi maka tiada penyesalan”
-Lily Zhang
Tiap delik mata merah, menawarkan gundah akan kasih
Tiap kali waktu berkurang, memuaskan dahaga cinta
akar kehidupan
melahirkan buah kehidupan
mematangkan ranting jiwa
menegarkan batang hati
kadang ia terinjak dan;
tiada pernah memperlihatkan diri
bahkan tidak jarang dilupakan
namun tetap saja akar
cinta dan kasihnya
tiada berkesudahan
yah Tuhan sungguh besar kasihnya tumpah ruah didedikasikannya kepada kami tanpa sempat kami berbalas dengannya. Sungguh sulit kami ungkapkan betapa banyak kesalahan yang pernah kami lakukan padanya. Ia selalu tetap mempertahankan senyumnya dan memeras otaknya hanya demi kebahagiaan dan kesuksesan kami semua.
Ia bahkan tidak pernah lelah untuk berletih membantu kehidupan kami yang terkadang berliku. Ia bahkan selalu kuat untuk kami perlakukan (kadang) secara tidak adil.
Ia hanya renta yang kuat. Sesulit apapun kehidupan telah ia lalui dengan perjuangan kerasnya dunia luar bahkan harus menghadapi kami yang terkadang masih membangkangnya lagi.
Apakah baru sekarang ini kami menyadari bahwa keberadaannya sungguh pahlawan bagi kami? Sudah telatkah? Di saat ia mulai renta dengan kata-kata yang telah tidak jelas? Di saat tingkahnya sudah mulai kembali manja seperti waktu ia belia? Sanggupkah kami untuk melayaninya seperti kala ia melayani kami saat bayi? Sanggupkah kami membalas semua kebaikannya?
Berbagai pertanyaan timbul begitu saja. Bagaimana kami menjawabnya?
Seharusnya...
Kami bangga akan semua penderitaan, perjuangan, cinta kasih, dan dedikasinya yang besar untuk kami. Bersama linangan air mata dan desir darah penuh dosa, kami meminta maaf atas semua kesalahan kami dan berterima kasih kepadanya.
Yang dapat kami lakukan hanyalah berdoa.
Tuhan, berkati selalu ORANG TUA kami, tua renta yang telah banyak berkorban untuk (kadang) kedurhakaan kami. Mampukan kami untuk memberikan ‘saat’ untuknya tersenyum seindah yang ia harapkan. Amen.
Beloved : anak-anakmu yang mestinya selalu mencintaimu...
inspirator : my grandfather
13 september 2011
~Lily Zhang~
~Lily Zhang~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar