AKU GAGAL!
Impianku sejak kecil adalah menjadi seorang penulis yang dikenal orang. Sungguh perjuangan yang tidak pendek untuk meraihnya, bahkan tidak jarang kuuraikan air mata saat menuliskan kisah-kisah dalam khayalanku.
Aku berjuang demikian keras untuk meraihnya, namun sampai detik ini aku belum memiliki apapun. Terkadang ada yang mengatakan, “apa gunanya menjadi penulis? Profesi itu tidak akan membuatmu berhasil?”
Sebuah perih akan menghantui hatiku saat itu. Bagaimana tidak? Impianku, itulah semua mimpi yang selalu kupegang teguh dan kuusahakan.
Tahukah orang-orang kalau aku ini ulat yang buruk rupa? Tahukah mereka bahwa aku tidak berguna apapun selain menjadi umpan bagi orang lain? Tahukah siapapun dirimu bahwa aku selalu direndahkan? Disakiti?
Tidak ada yang tahu betapa nurani ini pedih dilukai semua kenyataan hidup. Tidak jarang orang bahkan menentang keinginanku, seakan ini adalah seonggok sampah yang sama sekali tidak berguna. Musnahkan saja!
AKU TIDAK MENYERAH!
Selalu ada cahaya yang menyinari kegelapan. Jika cahaya itu tidak ada maka tidak akan ada yang mengenal arti sebuah kegelapan. Aku berterima kasih kepada mereka. Aku menyayangi kepedulian mereka.
Di saat aku down, mereka selalu tersenyum dan berusaha untukku. Di saat kepercayaanku hilang, mereka menciptakan kepercayaan baru untukku. Justru bukan orang yang benar-benar kuberikan hatiku secara utuh, mereka hanya ‘teman’.
Hanya teman? Tidak! Arti mereka jauh lebih berharga daripada seorang kekasih. Kala kekasih tidak menetapkan pertahanannya bersamaku dan pergi meninggalkanku, selalu ada ‘mereka’ dalam hidupku. mereka yang artinya melebihi teman, kusebut sahabat.
ADA TETAPI...
Tenggelam dalam dunia sendiri yakni menulis, membuat langkahku jauh tertinggal dengan teman-temanku yang lain. Baik teman masa kecil, sekolah, maupun kuliah. Aku jauh tertinggal. Dalam keyakinanku kini, bahkan mereka telah melupakan keberadaanku. Aku seprti udara yang tidak pernah diingat oleh orang lain namun aku berada di sekitar mereka.
LUKA! Sangat sakit apabila mengingat hal tersebut, tidakkah kamu merasakan hal yag sama ketika kamu berada di posisiku?
Mereka yang meninggalkanku ataukah aku yang terhanyut dalam impianku yang entah kapan akan terwujud? Apakah aku begitu terhanyut dan melupakan teman-temanku? Atau haruskah aku melupakan impianku yang tidak jelas ini?
Air mataku akan mencair dan tiada waktu untuk membeku ketika aku diharuskan melupakan impianku dan memilih berbagai pergaulan kembali. Apakah itulah diriku?
SEBUAH HARAPAN
Meskipun aku banyak dilupakan, diremehkan, ditinggalkan dan juga terpuruk namun ada sebuah harapan menguatkanku. Saat kubaca semua karya-karyaku, seburuk apapun itu aku hanya bisa mengulas senyum karena kutahu hanya ini yang bisa kulakukan, satu-satunya yang kuanggap keahlianku. Dengan menulis aku bisa menelurkan semua keinginan, harapan, pesan, bahkan kisah-kisah yang tidak terwujud dalamku. Aku bisa menciptakan dunia yang beragam, berbeda-beda. Aku bisa hidup dalam setiap kisah dan karakter dalam tulisanku.
Mereka (tulisanku) yang menguatkan keberadaanku untuk terus berkarya meskipun masih banyak perih dan air mata yang akan kuteteskan karena akan ada banyak senyum dan kebahagiaan akan terajut begitu rapi dalam hidupku.
Aku ulat buruk rupa. Saat tiba waktunya, harapan dan keyakinanku menjalinku menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.
I wish...
~Lily Zhang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar