Menurut penulis berkaitan dengan pendidikan. Sekolah negeri maupun swasta memiliki satu tujuan yang sama yakni mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekolah adalah salah satu cara manusia untuk mengembangkan kecerdasaanya dan menggali potensi diri sehingga dapat digunakan untuk memperkaya pengetahuan berdasarkan pada kemampuan pada setiap individu manusia.
Sekolah negeri
Sekolah negeri adalah merupakan sekolah yang dikelola oleh pihak pemerintah dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam pelaksanaan pendidikan.
Sekolah swasta
Sekolah swasta adalah merupakan sekolah yang dikelola oleh pihak swasta dan tidak terikat secara penuh dengan pemerintah namun tetap mengikuti aturan tentang pendidikan.
Perbedaan
Terdapat aspek-aspek yang membedakan sekolah negeri dan swasta. Untuk sebagian besar masyarakat, hal ini yang mencerminkan kualitas pendidikan suatu sekolah yang penting untuk masa depan anak-anak mereka.
Penerimaan Siswa
Pada umumnya sekolah negeri lebih berorientasi pada kemampuan siswa sehingga penerimaan siswa sekolah negeri cenderung lebih sulit bila dibandingkan sekolah swasta yang ujian penerimaannya lebih condong mengarah pada “formalitas”.
Namun pada perkembangannya sekolah-sekolah negeri juga tidak menerapkan ujian yang menyulitkan siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah negeri. Hanya terdapat beberapa sekolah negeri favorit dan sama halnya dengan sekolah swasta yang menerapkan ujian masuk untuk menyeleksi calon siswanya.
Hal ini terlihat bukan perbedaan yang signifikan untuk sekolah negeri maupun swasta. Dari segi ini, masyarakat cenderung melihat kemudahan anaknya untuk diterima di suatu sekolah.
Kualitas
pada dasarnya sekolah negeri favorit ternilai sebagai sekolah yang berkualitas dengan siswa-siswa yang berprestasi. Terkadang hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah negeri.
Namun nilai luar itu kadang kala dilunturkan oleh karena banyak siswa dari sekolah swasta yang kini telah berprestasi. Sekolah swasta yang sebelumnya tidak berkompetensi dalam kontribusi olimpiade pendidikan telah tersamar dengan banyaknya anak-anak bangsa yang memiliki kecerdasan dan keinginan memajukan bangsa Indonesia.
Hal ini tidak terjadi begitu saja, tentunya dengan adanya dukungan yang diberikan pemerintah terhadap setiap sekolah. Siswa yang memiliki kemampuan dalam perkembangannya akan memilih sekolah yang bermutu dan berkualitas. Meskipun di luar itu, orang tua yang pada akhirnya memiliki kebijaksanaan tersendiri.
Biaya
Sekolah swasta memiliki biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri. Hal ini disebabkan faktor biaya maupun peralatan serta perlengkapan pendukung kegiatan belajar dan mengajar yang tidak mendapat dukungan dari pemerintah disebabkan karena sekolah dikelola oleh pihak swasta yang tidak terikat secara penuh dengan pemerintah.
Sekolah negeri mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah sehingga biaya operasional belajar mengajar menjadi lebih rendah bila diperbandingkan dengan sekolah swasta.
Pada sisi inilah yang banyak dijadikan dasar pertimbangan orang tua siswa dalam pemilihan sekolah. Karena biasanya kemampuan orang tua dalam pembiayaan pendidikan yang menentukan pemilihan sekolah.
Guru
Tidak hanya dari sisi pendidikan, dari segi pengajar sekolah negeri mengambil guru-guru berpotensi dan berkualitas yang dapat menempa murid-muridnya menjadi murid unggulan. Sedangkan pada kondisi sekolah swasta, masih terdapat beberapa sekolah swasta khususnya di daerah kecil yang pada kenyataannya guru-guru sekolah swasta ditempatkan pada posisi yang tidak tepat antara materi yang diajarkan dengan pendidikan guru itu sendiri. Bahkan mahasiswa yang belum menyelesaikan pendidikannya dapat bekerja sebagai guru di sekolah swasta. Meskipun hal tersebut tidak menutup kemungkinan perkembangan siswa yang cerdas.
Pengajar bukan menjadi faktor penting bagi masyarakat dalam memilih sekolah untuk anak-anaknya. Faktor inilah yang sering terbengkalai padahal tentunya faktor pengetahuan akan pengajar di suatu sekolah menjadi salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih suatu sekolah bagi anak-anak mereka.
Fasilitas
Sekolah negeri tentunya mendapat dukungan penuh oleh pemerintah sedangkan sekolah swasta harus membiayai sendiri sekolahnya dengan naungan sebuah yayasan pendidikan bagi masing-masing sekolah.
Pada kenyataannya banyak juga sekolah negeri yang terlantar dikarenakan sumbangan terbesar berasal dari pemerintah. Sekolah negeri yang terlantar dikarenakan alokasi dana yang mungkin tidak sampai pada sekolah ataupun sekolah tersebut tidak terjangkau oleh pemerintah disebabkan daerah yang terpencil. Sedangkan pada sekolah swasta jarang ditemukan sekolah yang terlantar disebabkan sekolah dikelola dengan menggunakan biaya yang diperoleh dari siswa.
Fasilitas bukan hal terpenting dalam penentuan keputusan masyarakat untuk kualitas pendidikan bagi anak-anaknya. Namun, umumnya hal ini termasuk kriteria penilaian bagi masyarakat dalam pertimbangan pengambilan keputusan pendidikan bagi anak-anaknya.
Melihat pada berbagai aspek diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa terkadang tidak semua orang tua bijaksana dalam menyingkapi pendidikan anak-anaknya. Banyak kali pertimbangan yang diambil bukanlah keputusan yang bijaksana bagi anak-anaknya. Hal utama yang menjadi pertimbangan adalah dari segi pembiayaan pendidikan anak-anaknya. Biaya yang kemudian membimbing para orang tua siswa untuk menilai fasilitas yang tersedia dalam suatu sekolah, padahal fasilitas tersebut tidak begitu fundamental untuk menilai kualitas pendidikan.
Perbedaan sekolah negeri dan swasta tidak menjadi acuan dalam penilaian kualitas pendidikan. Pengajar adalah pertimbangan utama yang harusnya dijadikan patokan bagi masyarakat dalam pemilihan sekolah. Namun hal ini didukung dengan adanya penyuluhan dari pihak sekolah dan memaparkan secara singkat akan kualitas guru yang dijaminkan kepada masyarakat.
Selain itu masyarakat harus bisa membedakan sekolah-sekolah yang berorientasi pada bisnis atau perdagangan pendidikan dengan sekolah-sekolah yang mementingkan peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini bisa dibedakan dengan pembiayaan pendidikan yang mahal dengan fasilitas yang sama dengan sekolah dengan biaya pada umumnya. Dalam cerdas memilih, perlu ketelitian dan kejelian masyarakat dalam memilih sekolah dengan berbagai pertimbangan beberapa aspek penting yang seharusnya didahulukan. Pemilihan bukan hanya dari segi pembiayaan tetapi juga dari berbagai aspek yang mendukung kualitas pendidikan yang baik.
~Lily Zhang~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar